A. Hadits Pendidikan Keluarga
كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهو دانه اوينصرنه أو يمجسانه
“Setiap anak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam fitrah (kesucian) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia sebagai seorang yahudi, Nasrani atau Majusi
B. Hasil Takhrij فطر
أتر مذى : قدر 5، الموطا : جنائز 52
احمد بن حنبل : 3 / 232
البخارى جنائز 92، ابو داود سنة : 17
5 باب ماجاء كل مولد يولد على الفطرة (ت 5)
2145 حدثنا محمد بن يحي القطعى البصري أخبرنا عبد العزيز بن ربيعة البناني اخبرنا الأعمش عن ابن صالح عن ابن هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (كل مولد يولد على الله فأبوه يهودا نه وينصرانه (ويشر ك نه) قيل يا رسول الله : فمن هلك قبل ذلك؟ قال : الله اعلم بما كانو عاملين به
حدثنا أبو كريب والحسننى بن حروث قال : أخبرنا وكيع عن الأعمش عن : بى صالح عن أبى هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم نحوه بمعناه و قال (يولد على الفطرة)
Artinya :
Muhammad Bin Yahya Al Kutongiyu Al Basoriyyu bercerita kepada saya : Ngabdul Ngaziz Bin Robingah Albunaniyu telah bercerita pada Yahya : Angmas dari Abny Sholeh dari Abi Hurairah berkata Rosulullah SAW bersabda : Setiap anak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam keadaan beragama, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikan ia sebagai seorang Yahudi, Nasrani dan menjadikan orang yang musyrik. Abu Hurairah bertanya "Ya Rosulullah siapa setelah itu yang rusak” Rosul menjawab “Allah lebih mengetahui apa yang mereka lakukan”
Abu Hurairah dan Hasan Bin Khuraysin bercerita kepada saya : dia berkata waking bercerita dari angmas dari Abi Sholih dari Aby Hurairah, dari Nabi SAW bersabda : Hadits di atas maknanya sama dengan dilahirkan dalam keadaan suci fitrah (Suci)
C. Pohon Sanad
نبي
أبى هريرة
أبى صالح
الأعمش
وكيع عبد العزيز بن ربيعة البانيى
ابو كريب والحسن بن حريث محمد بن يحيى القطعنى البصري
D. Riwayat Hidup Perawi
1. Abu Hurairah
Nama asli : Ngabdur Rohman bin Saghir
Panggilan : Abu Huroyroh
Tingkatan : Masa Sahabat
Nasab : Addausiy al yamaniy
Lahir : Madinah
Wafat : Madinah tahun 57 M
Guru : Aby bin Kongban kiysai; sangidibni malik bin sunan bin ngubaid, ngumar bin khatab bin nafil dan lain-lain
Murid : Ibrahim bin Ismangil, Abu hakim abu jangfar, abu solih
2. Aby Solikh
Nama asli : Aby Solikh
Panggilan : Zdhakun
Tingkatan : Pertengahan tawin
Nasab : Usman dan Ziyat
Lahir : Madinah
Wafat : Madinah tahun 101 M
Guru : Ngabdurrohman bin sahir, zaid bin somad, nyato bin yusar, mawali ngumar alngas dan sebagainya
Murid : Al hakim bin ngutaybah, zaid bin alsam, sulayman bin muhrom, Muhammad bin muslim dan lain-lain
3. Al angmas
Nama asli : Sulaiman bin Muhron
Panggilan : Al angmas/ Abu Muhammad
Tingkatan : Tabiin kecil
Nasab : Al asady al khliy
Lahir : Kufah
Wafat : Kufah tahun 147 M
Guru : zdhakun ro’ja, za’dan, zaid bn wahab, sangidibni ilyas dan lain-lain
Murid : Abu bakar bin ngiyas bin salam, jabar bin nukh ngaziz bin rabiah dan lain-lain
4. Ngabdul ngaziz bin robiah
Nama asli : Ngabdul ngaziz bin robiah
Panggilan : Abu rabiah
Tingkatan : Tabiin kecil
Nasab : Al nabawy kufiy
Wafat : Basroh
Guru : Sulayman bin Muhran
Murid : Muhammad bin abiy khuzam muhron
5. Muhammad bin yahya
Nama asli : Muhammad bin Yakhya
Panggilan : Abu ngabdullah
Tingkatan : Tabi Tabiin besar
Nasab : Al fatongiy
Kelahiran : Basroh
Wafat : Basroh tahun 253 H
Guru : Ngabdul ngaziz bin rabiah, muslim bin ibrahim, basyr bin ngumar bin hukum
Murid : Saykh al imam akir mizhi
6. Waking bin hajar bin malik
Nama asli : Waking bin hajar bin malik
Panggilan : Abu sufyan
Tingkatan : Tabiin kecil
Nasab : Arrusy
Kelahiran : Kufah
Wafat : Ghoirul warodah 197 H
Guru : Sulayman bin Muhran, sangid bin sunan, sangid bin basyir zamngab bin solih dan lain-lain
Murid : Khasan bin khurays bin khasan ngali bin ma’mun, Muhammad bin khytan
7. Khusayin bin kharys
Nama asli : Khusayin bin kharys
Panggilan : Abu ngumar
Tingkatan : Tabi Tabiin besar
Nasab : al khazangi al maruziy
Kelahiran : Khumsa
Wafat : Kurkusmadan 244 H
Guru : Waking bin jarakh bin malik, walid bin muslim, yahya bin muslim, ngabdullah bin namir
Murid : Asykh al imm aatirmizhi
8. Abu kurayb
Nama asli : Muhammad bin ngulaibnu kurayb
Panggilan : Abu kurayb
Tingkatan : Tabi Tabiin besar
Nasab : al hamdaniy
Wafat : Al Khufah 248 H
Guru : Waking bin jarakh bin malik, yahya bin yaman, ngubaydubnu Muhammad muawiyah bin hisam
Murid : Muhammad bin Ismail bin Ibrahim
E. Kandungan Hadits
Dari uraian hadis diatas kiat dapat mengambil kesimpulan bahwa sang anak jika mempunyai kedua orang tua muslim yang baik, mengajarkan kepada dirinya prinsip-prinsip iman dan Islam, maka sang anak akan tumbuh dalam aqidah iman dan Islam. Dan ini adalah pengertian dari faktor lingkungan rumah.
Adapun tentang metode Islam dalam memperbaiki anak-anak adalah berdasarkan pada dua pokok:
1. Pengajaran
2. Pembiasaan
Yang dimaksud dengan pengajaran adalah upaya teoritis dalam perbaikan dan pendidikan.
Dan yang dimaksud dengan pembiasaan adalah upaya praktis dan pembentukan dan juga persiapan kita juga sudah mengetahui apa yang diucapkan Imam al Ghazali. “Anak-anak adalah amanah bagi kedua orangtuanya dan hatinya, dan hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. Karenanya jika dibiasakan pada kebaikan dan diajarkan kebaikan padanya, maka ia kan tumbuh pada kebaikan tersebut dan kan tumbuh pada kebaikan dan diajarkan kebaikan padanya, maka ia kan tumbuh pada kebaikan tersebut dan kan bahagia di dunia maupun di akhirat. Rasulullah memerintahkan pada orang tua untuk mengajarkan kata-kata laa illaha illah illah kepada anaknya seperti yang diriwayatkan al Hakim dari Ibnu abas RA dari Rsaulullah Saw beliau bersabda:
امحوا كلى صييا نكم أدل كلمة بلااله إلا الله
Ajarkanlah kepada anak-anak kalian kata-kata pertama dengan laa illha illah llah
Sedangkan segi praktis dari upaya pengajaran ini adalah menyediakan dan membiasakan anak agar beriman dengan sepenuh jiwa dan hatinya, bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Suci.
Kamis, 03 Juni 2010
hadis pentingnya ilmu pengetahuan
PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN
A. Sanad dan Matan Hadist
حدّ ثنا علىّ بن ميمونٍ الرَّقّىّ حدّ ثنا أبو خليدٍ عتبة بى حمّادٍ الدِّ مشقىّ عن ابن ثوبان عن عطاء بن قرّة عن عبد الله بى ضمرة السّلولىّ قال حدّثناابو هر ير ة قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهويقول" الدُّ نُيَامَلعو نَةٌ مَلعونٌ ما فِيها إلاَّذِكرُاللهِ تعالى وَمَاوالاَهُ وعالما او متعلما
Artinya : Mewartakan kepada kami Ali bin Maimun ar-Raqqiy. Mewartakan kepeda kami Abu Kholid, Utbah bin Hammad ad-Dimasqiy dari Ibnu tasuban, dari Atha' bin Qurroh, dari Abdulloh bin Dhamrah as-Saluly, dia berkata mewartakan kepada kami Abu Hurairah, dia berkata, aku mendengar Rasululullah bersabda,"Dunia ini terkutuk, dan terkutuk pula segala yang ada di dalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan taat kepada-Nya. Yang mempunyai ilmu pengetahuan atau orang mencari ilmu pengetahuan
B. Skema Pohon Sanad
النبى ص
مأبو هريرة
عبدالله بن ضمرة السّلولى
عطاءبن قره
إبن ثو بان
أبو خليد , عتبه بن حمّا د الدّمشقى
على بن ميمو ن الرّ قّى
ابن ماجه
C. BIOGRAFI PERAWI
1. Abu Hurairah
Nama : Abdurrohman bin Sokhro
Lahir : 21 SH (Sebelum Hijriyah) masuk Islam pada tahun ke 7 H
Wafat : Madinah 57 H/635 M.
Guru : Nabi, Abu Bakar, Umar bin Khattab
Murid :Abdullah bin Dhamrah, Muhammadin Sirin Urwah bin Zubair.
Tingkatan : Sahabat
Kualitas perawi: Tsiqqoh
2. Abdullah bin Dhamrah As-Saluliy
Nama : Abdurrohman bin Dhamarah
Nasab : As-Saluly
Guru : Abi Darda', Abu Hurairah dan Ka'ab Al-Akhbar.
Murid : Atha' bin Qurroh As-Saluly, Tsabit bin Tsauban,
Abdurrahman bin Tsabit, Mujahid dan Abu Al Jabir.
Tingkatan : Al-Wusto min Tabi’in
Kualitas perawi: Tsiqqoh.
3. Atha’ bin Qurroh
Nama : Atha’ bin Qurroh as-Saluliy
Nasab : Assaluliy ad-Dimasqi
Wafat : 132 H.
Guru : Abdullah bin Dhamrah as-Saluliy dan Al-Juhri
Murid : Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban, Al-‘Auja’I dan
Abdurrahman bin Yazid bin Jabir
Kualitas perawi: Tsiqqoh.
4. Ibnu Tsauban
Nama : Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban
Wafat : Baghdad tahun 165 H
Guru : Tsabit bin Tsauban, Atha’ bin Qurroh danUmair bin Hana’i
Murid : Utbah bin Hammad bin khulaid, Usman bin Sa’id bin Dinar
Dan Al-Walid bin muslim.
Wafat : Baghdad 165 H
Kualitas perawi: Tsiqqoh
5. Abu Kholid Utbah bin Hammad
Nama :Utbah bin Hammad bin Khulaid
Nasab : al-Hakami ad-Dimasqiy
Guru : Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban
Murid : Aly bin Maimun al-Ator ar-Riqqiy, Ayub bin Muhammad bin
Al-Wazni dan Sulaiman bin Abdurrahman ad-Dimasqiy.
Kualitas perawi: Tsiqqoh.
6. Aly bin Maimun Ar-Riqqiy
Nama : Aly bin Maimun
Nasab : ar-Riqqiy
Wafat : 246 H
Guru : Ishak bin Ibrahim, Kholid bin Khiyan, dan
Utbah bin Hammad bin Khulaid
Murid : An-Nasa’I, Ibnu Maajah, Abu Jar’ah, Abu Hatim, dan
Muhammad bin Abdul Malik
Kualitas perawi: Tsiqqoh
7. Ibnu Maajah
Nama : Abu Abdullah Muhammad binYazid bin Maajah ar-Rabi’al-
Qazwiniy
Lahir : 209 H
Wafat : 273 H
Guru : Muhammad bin Abdullah bin Numair, dan
Aly bin Maimun ar-Raqqiy
Murid : Abu Tayyib al-Baghdadi dan Ahmad bin Ibrahim
Dilihat dari biografi diatas, setiap perawi memiliki kualitas tsiqqoh dan sanadnya sambung antara perawi satu dangan perawi yang lain, dapat disimpulkan bahwai hadis ini adalah hadis sokhih.
D. Kandungan Hadis
Kita ketahui bahwa agama islam adalah agama yang mencakup segala segi kehidupan manusia, baik kehidupan di dunia maupun di akhirat. Dalam memahami islam kita sudah diberikan dua pedoman yang amat kuat berupa Al-Qur’an dan Al-Hadis, seperti yang kita pelajari ini, agar kita memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Kehidupan di dunia ini ikut ambil peran serta dalam kehidupan di akhirat kelak, oleh karena itu dunia merupakan ladang bagi akhirat, untuk itu agar memperoleh hasil yang baik maka diperlukan amal amal yang baik, misalnya dzikir kepada Allah dan selalu ingat kepada NYA dalam kondisi apaun dan dimanapun kita berada, agar terlepas dari kutukan NYA.
Untuk mempelajari, memahami serta mengamalkan dua pedoman umat islam tersebut maka diperlukan ilmu pengetahuan yang ada kaitannya dengan hal tersebut. Bukan hanya untuk memahami pedoman umat islam saja,akan tetapi dengan ilmu seseorang dapat membadakan mana yang baik dan mana yang buruk, dengan memiliki ilmu pengetahuan seseorang akan terlepas dari kebodohan,sebab kebodohan merupakan musuh umat islam dan harus di perangi, yang mana sama halnya seperti orang kafir yang memusuhi umat islam, dan masih banyak yang lainnya.
Apa jadinya jika seorang umat islam khususnya, jika tidak tholabul ilmi dan memiliki ilmu pengetahuan,? Mungkin akan sama dengan hewan, dalam artian prilakunya. sebab hewan tidak mempunyai akal, sedangkan manusia mempunyai akal, dengan akal tersebutlah manusia bisa berfikir.
E. Hadis Pendukung
عن أبر الدّ رداء ر ضى الله عنه قال : سمعت رسو ل الله صلى الله عليه وسلم يقول : مَنْ سَلَكَ طَرِيقًايَبْتَغِي بِهِ عَلَيمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِ يْقًاالى الْجَنَّةِ . وَاِنَّ الْمَلاَ ئِكَةَ أَجْنِحَتَهَالِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضً بِمَا صنَعَ , وَاِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَ وَمَنْ فِى اْلاَرْضِ خَتَّ الْحِيْتَا نُ فِى الْمَاءِ . وَفَضْلُ الْعَالَمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَا ئِرِ الْكَوَاكِبِ وَ إِنَّ الْعَلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ , وَإِنَّ اْلاَنْبِيَاءَ لَمْ يَوَ رِّ ثُوْا دِيْنَارًا ZZZZZZZZZZZZ وَلاَدِرْهَمًا وَإِنَّمَاوَرَّثُوْ الْعِلْمَ , فَمَنْ اَخَذَ هُ أَخَذَ بِخَظٍّ وَافِرٍ
Artinya:
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang melalui satu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat selalu meletakkan sayapnya menaungi para pelajar karena senang dengan perbuatan mereka. Bahwa orang alim itu dimintakan ampun oleh penduduk di langit dan di bumi sehingga ikan-ikan di dalam air. Kelebihan orang alim atas orang yang suka beribadah seperti kelebihan cahaya bulan atas seluruh bintang. Seseungguhnya para ulama itu pewaris para nabi, dan para nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, hanya mereka mewariskan ilmu maka barang siapa yang telah mendapatkannya berarti telah mengambil bagiannya yang banyak. (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi)
Dalam hadis diatas Rasulullah menerangkan bahwa menuntut ilmum merupakan perbuatan yang mulia.Untuk menghormati dan menjaga pekerjaan yang mulia tersebut, para malaikatmeletakkan sayapnya untuk menaungi mereka, agar supaya maksud dan tujuannya tercapai.Begitu juga semua penghuni yang ada di langit dan di bumi, hingga ikan-ikan yang ada dalam air ikut serta untuk mendo’akannya.
A. Sanad dan Matan Hadist
حدّ ثنا علىّ بن ميمونٍ الرَّقّىّ حدّ ثنا أبو خليدٍ عتبة بى حمّادٍ الدِّ مشقىّ عن ابن ثوبان عن عطاء بن قرّة عن عبد الله بى ضمرة السّلولىّ قال حدّثناابو هر ير ة قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهويقول" الدُّ نُيَامَلعو نَةٌ مَلعونٌ ما فِيها إلاَّذِكرُاللهِ تعالى وَمَاوالاَهُ وعالما او متعلما
Artinya : Mewartakan kepada kami Ali bin Maimun ar-Raqqiy. Mewartakan kepeda kami Abu Kholid, Utbah bin Hammad ad-Dimasqiy dari Ibnu tasuban, dari Atha' bin Qurroh, dari Abdulloh bin Dhamrah as-Saluly, dia berkata mewartakan kepada kami Abu Hurairah, dia berkata, aku mendengar Rasululullah bersabda,"Dunia ini terkutuk, dan terkutuk pula segala yang ada di dalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan taat kepada-Nya. Yang mempunyai ilmu pengetahuan atau orang mencari ilmu pengetahuan
B. Skema Pohon Sanad
النبى ص
مأبو هريرة
عبدالله بن ضمرة السّلولى
عطاءبن قره
إبن ثو بان
أبو خليد , عتبه بن حمّا د الدّمشقى
على بن ميمو ن الرّ قّى
ابن ماجه
C. BIOGRAFI PERAWI
1. Abu Hurairah
Nama : Abdurrohman bin Sokhro
Lahir : 21 SH (Sebelum Hijriyah) masuk Islam pada tahun ke 7 H
Wafat : Madinah 57 H/635 M.
Guru : Nabi, Abu Bakar, Umar bin Khattab
Murid :Abdullah bin Dhamrah, Muhammadin Sirin Urwah bin Zubair.
Tingkatan : Sahabat
Kualitas perawi: Tsiqqoh
2. Abdullah bin Dhamrah As-Saluliy
Nama : Abdurrohman bin Dhamarah
Nasab : As-Saluly
Guru : Abi Darda', Abu Hurairah dan Ka'ab Al-Akhbar.
Murid : Atha' bin Qurroh As-Saluly, Tsabit bin Tsauban,
Abdurrahman bin Tsabit, Mujahid dan Abu Al Jabir.
Tingkatan : Al-Wusto min Tabi’in
Kualitas perawi: Tsiqqoh.
3. Atha’ bin Qurroh
Nama : Atha’ bin Qurroh as-Saluliy
Nasab : Assaluliy ad-Dimasqi
Wafat : 132 H.
Guru : Abdullah bin Dhamrah as-Saluliy dan Al-Juhri
Murid : Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban, Al-‘Auja’I dan
Abdurrahman bin Yazid bin Jabir
Kualitas perawi: Tsiqqoh.
4. Ibnu Tsauban
Nama : Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban
Wafat : Baghdad tahun 165 H
Guru : Tsabit bin Tsauban, Atha’ bin Qurroh danUmair bin Hana’i
Murid : Utbah bin Hammad bin khulaid, Usman bin Sa’id bin Dinar
Dan Al-Walid bin muslim.
Wafat : Baghdad 165 H
Kualitas perawi: Tsiqqoh
5. Abu Kholid Utbah bin Hammad
Nama :Utbah bin Hammad bin Khulaid
Nasab : al-Hakami ad-Dimasqiy
Guru : Abdurrohman bin Tsabit bin Tsauban
Murid : Aly bin Maimun al-Ator ar-Riqqiy, Ayub bin Muhammad bin
Al-Wazni dan Sulaiman bin Abdurrahman ad-Dimasqiy.
Kualitas perawi: Tsiqqoh.
6. Aly bin Maimun Ar-Riqqiy
Nama : Aly bin Maimun
Nasab : ar-Riqqiy
Wafat : 246 H
Guru : Ishak bin Ibrahim, Kholid bin Khiyan, dan
Utbah bin Hammad bin Khulaid
Murid : An-Nasa’I, Ibnu Maajah, Abu Jar’ah, Abu Hatim, dan
Muhammad bin Abdul Malik
Kualitas perawi: Tsiqqoh
7. Ibnu Maajah
Nama : Abu Abdullah Muhammad binYazid bin Maajah ar-Rabi’al-
Qazwiniy
Lahir : 209 H
Wafat : 273 H
Guru : Muhammad bin Abdullah bin Numair, dan
Aly bin Maimun ar-Raqqiy
Murid : Abu Tayyib al-Baghdadi dan Ahmad bin Ibrahim
Dilihat dari biografi diatas, setiap perawi memiliki kualitas tsiqqoh dan sanadnya sambung antara perawi satu dangan perawi yang lain, dapat disimpulkan bahwai hadis ini adalah hadis sokhih.
D. Kandungan Hadis
Kita ketahui bahwa agama islam adalah agama yang mencakup segala segi kehidupan manusia, baik kehidupan di dunia maupun di akhirat. Dalam memahami islam kita sudah diberikan dua pedoman yang amat kuat berupa Al-Qur’an dan Al-Hadis, seperti yang kita pelajari ini, agar kita memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Kehidupan di dunia ini ikut ambil peran serta dalam kehidupan di akhirat kelak, oleh karena itu dunia merupakan ladang bagi akhirat, untuk itu agar memperoleh hasil yang baik maka diperlukan amal amal yang baik, misalnya dzikir kepada Allah dan selalu ingat kepada NYA dalam kondisi apaun dan dimanapun kita berada, agar terlepas dari kutukan NYA.
Untuk mempelajari, memahami serta mengamalkan dua pedoman umat islam tersebut maka diperlukan ilmu pengetahuan yang ada kaitannya dengan hal tersebut. Bukan hanya untuk memahami pedoman umat islam saja,akan tetapi dengan ilmu seseorang dapat membadakan mana yang baik dan mana yang buruk, dengan memiliki ilmu pengetahuan seseorang akan terlepas dari kebodohan,sebab kebodohan merupakan musuh umat islam dan harus di perangi, yang mana sama halnya seperti orang kafir yang memusuhi umat islam, dan masih banyak yang lainnya.
Apa jadinya jika seorang umat islam khususnya, jika tidak tholabul ilmi dan memiliki ilmu pengetahuan,? Mungkin akan sama dengan hewan, dalam artian prilakunya. sebab hewan tidak mempunyai akal, sedangkan manusia mempunyai akal, dengan akal tersebutlah manusia bisa berfikir.
E. Hadis Pendukung
عن أبر الدّ رداء ر ضى الله عنه قال : سمعت رسو ل الله صلى الله عليه وسلم يقول : مَنْ سَلَكَ طَرِيقًايَبْتَغِي بِهِ عَلَيمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِ يْقًاالى الْجَنَّةِ . وَاِنَّ الْمَلاَ ئِكَةَ أَجْنِحَتَهَالِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضً بِمَا صنَعَ , وَاِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَ وَمَنْ فِى اْلاَرْضِ خَتَّ الْحِيْتَا نُ فِى الْمَاءِ . وَفَضْلُ الْعَالَمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَا ئِرِ الْكَوَاكِبِ وَ إِنَّ الْعَلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ , وَإِنَّ اْلاَنْبِيَاءَ لَمْ يَوَ رِّ ثُوْا دِيْنَارًا ZZZZZZZZZZZZ وَلاَدِرْهَمًا وَإِنَّمَاوَرَّثُوْ الْعِلْمَ , فَمَنْ اَخَذَ هُ أَخَذَ بِخَظٍّ وَافِرٍ
Artinya:
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang melalui satu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat selalu meletakkan sayapnya menaungi para pelajar karena senang dengan perbuatan mereka. Bahwa orang alim itu dimintakan ampun oleh penduduk di langit dan di bumi sehingga ikan-ikan di dalam air. Kelebihan orang alim atas orang yang suka beribadah seperti kelebihan cahaya bulan atas seluruh bintang. Seseungguhnya para ulama itu pewaris para nabi, dan para nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, hanya mereka mewariskan ilmu maka barang siapa yang telah mendapatkannya berarti telah mengambil bagiannya yang banyak. (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi)
Dalam hadis diatas Rasulullah menerangkan bahwa menuntut ilmum merupakan perbuatan yang mulia.Untuk menghormati dan menjaga pekerjaan yang mulia tersebut, para malaikatmeletakkan sayapnya untuk menaungi mereka, agar supaya maksud dan tujuannya tercapai.Begitu juga semua penghuni yang ada di langit dan di bumi, hingga ikan-ikan yang ada dalam air ikut serta untuk mendo’akannya.
Langganan:
Komentar (Atom)